Rabu, 09 April 2014

Aksi Ujung Jari

Mereka berbondong-bondong mendatangi tempat pemungutan
Mendaftarkan diri sebagai calon pemilih
Antri dalam barisan dengan duduk rapi
Ada juga yang berdiri
Mereka memang orang Indonesia
Dan semua orang Indonesia mempunyai hak
Mereka berhak untuk terdaftar sebagai pemilih,mutlak
Dan memilih itu hak masing-masing
Namun ada juga yang tidak datang menuju pemungutan
Walaupun mereka terdaftar
Diantara mereka yang tak datang
Memang banyak pertanyaan
Mereka malaskah
Mereka sibuk kerjakah
Mereka tertidur dan belum terbangunkah
Mereka golongan golput kah
Dan masih banyak lagi tentang mereka yang tak datang
Patut disayangkan bagi mereka yang tak datang
Bukannya saya menyalahkan mereka
Namun menyesalkan
Semua orang memang memiliki pandangan sendiri
Walaupun pada benak mereka “untuk apa”
Saya yakin mereka orang indonesia
Dan mereka menginginkan Indonesia lebih dari keadaan sekarang
Yakin dan pasti kecuali mereka telah keluar dari Indonesia
Mereka pindah Negara
dan terutama mereka yang membenci Indonesia
dan mereka yang menginginkan Indonesia tidak lebih dari dari keadaan sekarang
mereka yang menginginkan Indonesia lebih buruk lagi
Aku tidak bisa memaksamu untuk datang
Memilih atau tidak
Memang mereka yang tak datang mengatas namakan golput
Namun jika mereka datang dan tidak memilih bisa juga dibilang golput
lebih baik datang
walaupun tak memilih
ditempat pemungutan suara bisa dijadikan ajang untuk memperkuat segala lini kehidupan di Indonesia
meletakkan nilai persatuan dan menjaga keharmonisan kehidupan bangsa
mereka yang datang ada yang memilih ada juga yang tidak
semua orang yang datang mencoblos dan mencelupkan
dan jika semua orang Indonesia datang pastinya akan mendapatkan ujung jari yang berwarna
berwarna karena dicelupkan tinta
dan jika wajib/harus datang
maka letak nilai-nilai keindonesiaan akan terlihat secara nyata

dan tentunya jadikan ujung jari sebagai aksi 

Tidak ada komentar: